1.07.2012

Syukur

Sabtu, 7 Januari 2012
Dua hari lagi menuju ujian akhir semester, setelah hampir seminggu aku menjalani ‘minggu tenang’. Begitu banyak gejolak dalam diri dalam seminggu ini. Mulai dari malas, bosan, bingung, malas lagi dan hampir begitu seterusnya. Ya, akupun tak tahu entah mengapa. Ku sadari itu tidak akan baik jika terus dibiarkan. Berbagai cara aku tempuh. Menurut buku 7 Habit of Highly Effective teen yang pernah aku baca, aku coba masuk dalam kebiasaan nomor 7 ,yaitu asahlah gergajimu. Mungkin karena suatu kejenuhan sehingga muncul rasa-rasa yang tidak baik di minggu tenang ini. Sungguh dilema minggu tenang, di satu sisi kita diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri untuk UAS yaitu dengan belajar, Namun, di sisi lain, ada pemberontakan dalam diri akan semua itu. Saran dari buku , cobalah untuk melakukan hal-hal diluar ‘pola’atau melakukan hal-hal yang menyenangkan. Ya,Mungkin aku butuh sedikit kesenangan. Akupun mencoba hal tersebut, mulai dari pergi ke toko buku, membaca buku, nonton bioskop, nonton tv, jalan-jalan dan semua hal yang bisa membuat diriku senang. Hasilnya, sedikit membaik, namun masih belum pulih.
Ibarat seseorang yang sedang mencari jati diri, hari demi hari aku terus berusaha memulihkan diri ini. Dengan terus menerus mencari kesenangan. Dan ternyata, mencari kesenangan bukanlah suatu perkara yang mudah. Kesenangan juga sangat relative bagi tiap-tiap orang. Begitu juga bagiku. Hingga satu waktu dalam durasi minggu tenang ini, aku mendapatkan jawabannya. Dan jawaban itu begitu sederhana.

Syukur, itulah jawabannya.

Bersyukur atas apapun yang kita miliki, kita lakukan, dan kita alami,
Bersyukurlah, karena Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Bersyukur atas cobaan, berarti ikhlas menerima kasih sayang Tuhan
Bersyukur atas nikmat, berarti menambah kasih sayang Tuhan.

Hmm, apa sih susahnya bersyukur ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar