*Sharing
ilmu dari Ust. Yusuf Mansur (acara Wisata Hati)
“Udah deh,
ente minta 3 milliar ke Allah, kagak ada yang ngelarang ente berdo’a, mau
setinggi apapun, kecil mah kalo’ sama Allah, yang penting yakin aja dah”,
begitu kira-kira kata-kata dari Ust.Yusuf Mansur dengan ciri khasnya berbicara ‘blak-blak-an’.
Menarik, Ya
menarik.. bahkan bahasan tentang #Yakin dalam acara tersebut sampai lebih dari
12 episod. Sayang, saya ketinggalan banyak episode, kalau tidak salah saya nonton
itu sudah 10 episod. Namun, selalu menarik diikuti setiap episodnya.
Mendengar
kata-kata diatas, rasanya semangat ini bertambah lagi. Betapa tidak, dulu saya
sempat ragu dengan cita-cita atau mimpi saya, dan banyak pertanyaan dalam diri,
apakah mungkin ?. Namun, sekarang semua itu kecil bahkan sangat kecil sekali
buat Allah untuk mewujudkan impian-impian kita. Tugas kita Cuma 3, yaitu :
1. - Bermimpi
2. - Mintalah kepada Allah
3. -Bergeraklah
Tugas Allah,
tinggal mengeksekusinya aja. Dan cara Allah mengeksekusinya selalu dengan jalan
yang tidak kita sangka-sangka. Saya mungkin tidak bisa banyak cerita tentang
hal itu. (Kalau mau denger cerita yang lebih inspiratif, nonton aja acara ‘Wisata
Hati’-nya langsung). Namun, saya bisa cerita sedikit tentang pengalaman saya
tentang mimpi, tepatnya adalah Mimpi naek Pesawat Terbang.
Cerita mimpi
pesawat terbang ini emang unik, setidaknya bagi pribadi saya sendiri. Mimpi ini
adalah mimpi masa kecil, masa kecil itu menurut saya sekitar 5-12 tahun
mungkin. Ya, di masa-masa masih SD saya suka melihat pesawat terbang yang lewat
di atas rumah. Dulu kecil, saya berpikir, kalau naek pesawat itu pasti
ongkosnya mahal, mana mungkin bisa naek pesawat. Naek bus aja jarang, mungkin
hanya satu tahun sekali, waktu mudik lebaran. Tapi, setiap pesawat itu lewat,
setiap itulah saya berharap, walaupun sepertinya tidak mungkin, setidaknya
entah kapanpun itu, aku tetap ingin naek pesawat.titik.
Lulus SD,
berlanjut ke SMP, keinginan naek pesawat itu tidak pernah hilang. Hingga
akhirnya saya masuk SMA. Sungguh Allah akan memberikan Rejeki dari arah yang
tidak terduga. Perjalanan menuju mimpi itu selalu punya PROSES, asal YAKIN,
Allah pasti menunjukkan jalannya.
Lulus SD,
saya memutuskan untuk melanjutkan SMP di dekat rumah nenek. Jauh dari orang
tua, dan menemui banyak teman-teman baru. Bersaing, belajar, berteman dengan
orang-orang baru memberikan banyak pengalaman, dan wawasan baru buat saya. Oh,
ini dunia, punya banyak sisi ternyata. Di SMP inilah saya mengenal sebuah SMA
baru, SMA Favorit, untuk masuk kesana harus melalui beberapa test yang sulit. Tapi,
Alhamdulillah, saya diterima di SMA tersebut.
Masih dalam
cerita mimpi naek pesawat terbang, di SMA inilah mimpi naek pesawat terbang itu
tercapai. Itupun ada cerita ‘unik’ juga. Begini ceritanya,
Saat apel
pagi, seorang guru mengumumkan 15 nama.
Saya tidak tahu untuk apa teman-teman saya itu dipanggil. Hingga seorang
sahabat mengatakan, kalau mereka akan diikutkan dalam sebuah lomba di provinsi,
dan kalau menang akan menuju tingkat nasional. Hmm, mereka beruntung bisa ikut.
Sempat iri, tapi yasudahlah, saya jalani aja. Toh juga, guru pasti punya
pilihan yang terbaik untuk sekolah.
2 hari
setelah apel pagi, tiba-tiba dipanggil kembali 5 nama. Dan saya masuk dalam 5
orang tersebut. Ada apa ini ?. Kami dikumpulkan, dan guru tersebut mengatakan,
bahwa kalian masuk dalam tim cadangan 15 orang yang kemaren. Tim Cadangan ?,
hmm, syukuri aja deh. Jalani dengan sebaik-baiknya. Oya, sempat berpikir, Ada
apa ya alas an saya bisa terpilih ?. setelah saya ingat-ingat, dalam sebuah
pelajaran Kewarganegaraan, seorang guru tertarik pada saya karena saya sering
bertanya. (nah, ada proses juga ternyata disana).
Tim kami
berjalan dengan seperti biasa, kami di latih dan terus dilatih, diberi
bahan-bahan untuk dipelajari. Seiring berjalannya waktu, ternyata guru
pembimbing kami harus memutuskan untuk hanya mengambil 15 orang dari 20.
Caranya adalah dengan test tulis secara langsung. Dan pemberitahuan test sangat
mendadak, pagi di beri tahu, sore langsung test. Dan besok pasinya akan
langsung diumumkan. Hmm, ini kesempatan, sambil berdo’a, saya baca habis semua
bahan-bahan yang pernah diberikan.
Test pun
dimulai, dan saya pun tak sabar menunggu pengumuman besok paginya.
Pagi tiba,
seperti biasa, kami apel pagi. Setelah apel pagi, kami berduapuluh dikumpulkan.
Dan detik-detik pengumuman pun dimulai. Dan kami diberi amplop berisi hasil
masing-masing. Cukup menegangkan, dan Akhirnya, Alhamdulillah, saya diterima.
Dan saya juga tidak menyangka bisa masuk peringkat 3 terbesar. Walaupun dulu Cuma
jadi cadangan. (Nah, ada proses lagi disini).
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar