3.27.2013

‘Sesuatu’ ?

Begitu banyak hal yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Mulai dari rasa senang, sedih, kesal, marah, bahagia, dan sebagainya. Rasa-rasa itu adalah respon positif ataupun negative dari ‘sesuatu’ yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Sesuatu disini dapat bermacam-macam. Contohnya rasa senang dan bahagia. Mungkin hadir karena kita mendapatkan hadiah, penghargaan, lulus ujian, diterima oleh cinta, dan sebagainya sesuai dengan definisi senang dan bahagia masing-masing kita. Hal yang biasa dan memang harus jika rasa senang dan bahagia menimbulkan rasa syukur dalam diri. Itulah respon positif.
‘Sesuatu’ disini tidak ada yang positif atau negative. Hanya respon kita lah yang positif dan negative. Karena,

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

‘Sesuatu’ itu berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa , dan buah-buahan dan setiap orang pasti pernah mengalaminya. Sedangkan Respon positifnya adalah kegembiraan bagi orang-orang yang sabar.
Sudah menjadi hal yang lumrah jika kita diuji oleh ‘sesuatu’ itu, karena ,

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabuut: 2-3)

“Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (QS. Muhammad: 31)

Hal diatas senada dengan,

 “Sesuatu yang tidak membunuhmu, akan membuatmu lebih kuat”

Karena,

“Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya.” (QS. Ath-Thalaq: 7)

Mungkin kita pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. (disadur dari buku ‘Kekuatan Cinta’).

‘Mengeluh akan membuatmu selalu kekurangan, Kecewa akan membuatmu semakin rapuh, tetapi Bahagia akang selalu membuat hidupmu semakin berkah’

‘Kritikan, fitnah, kegagalan, penolakan, itu adalah ‘sesuatu’ yang selalu dialami oleh setiap orang. Tetapi rasa syukur, bahagia, dan sabar atas ‘sesuatu’ itu yang tidak selalu dialami setiap orang’

Azwar- 28/03/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar