Begitu
banyak hal yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Mulai dari rasa senang, sedih,
kesal, marah, bahagia, dan sebagainya. Rasa-rasa itu adalah respon positif
ataupun negative dari ‘sesuatu’ yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Sesuatu
disini dapat bermacam-macam. Contohnya rasa senang dan bahagia. Mungkin hadir
karena kita mendapatkan hadiah, penghargaan, lulus ujian, diterima oleh cinta, dan
sebagainya sesuai dengan definisi senang dan bahagia masing-masing kita. Hal
yang biasa dan memang harus jika rasa senang dan bahagia menimbulkan rasa
syukur dalam diri. Itulah respon positif.
‘Sesuatu’
disini tidak ada yang positif atau negative. Hanya respon kita lah yang positif
dan negative. Karena,
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.
Al-Baqarah: 155)
‘Sesuatu’ itu berupa ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa , dan buah-buahan dan setiap orang pasti
pernah mengalaminya. Sedangkan Respon positifnya adalah kegembiraan bagi orang-orang
yang sabar.
Sudah menjadi hal yang
lumrah jika kita diuji oleh ‘sesuatu’ itu, karena ,
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan
sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka
Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia
mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS.
Al-‘Ankabuut: 2-3)
“Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami
mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami
menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (QS.
Muhammad: 31)
Hal diatas senada dengan,
“Sesuatu yang tidak membunuhmu, akan membuatmu
lebih kuat”
Karena,
“Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan
sekedar apa yang Allah berikan kepadanya.” (QS.
Ath-Thalaq: 7)
Mungkin kita pernah dengar cerita sebuah cangkir
cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia
hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian
seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian
membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap
perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di
situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam
perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah
semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah
cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah
menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. (disadur dari buku ‘Kekuatan
Cinta’).
‘Mengeluh akan membuatmu
selalu kekurangan, Kecewa akan membuatmu semakin rapuh, tetapi Bahagia akang
selalu membuat hidupmu semakin berkah’
‘Kritikan,
fitnah, kegagalan, penolakan, itu adalah ‘sesuatu’ yang selalu dialami oleh
setiap orang. Tetapi rasa syukur, bahagia, dan sabar atas ‘sesuatu’ itu yang tidak
selalu dialami setiap orang’
Azwar- 28/03/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar