1.25.2015

Test Perasaan

Suatu hari saya pergi ke kantor menggunakan sepeda motor teman saya. Jarak ke kantor kurang lebih 12km dan ditempuh dengan waktu kira2 15-20 menitan. 
Sebelum berangkat saya ada feeling untuk mengecek bahan bakar , kemudian saya cek dan benar ternyata bahan bakarnya tinggal sedikit.
Dalam hati saya bergejolak. Di satu sisi mengatakan "ini harus segera diisi" dan sisi yang lain mengatakan "ini cukup kok sampai kantor".
Setelah saya telusuri lebih dalam ternyata yang lebih dominan adalah "ini cukup kok sampai kantor". Dan saya pun berangkat.
Di tengah perjalanan saat melewati pom bensin maupun pedagang bensin eceran, perasaan untuk mengisi bahan bakar pun muncul kembali. Saya coba terima perasaan itu dan lama kelamaan perasaan itu menghilang..sepanjang perjalanan saya terus mengakses perasaan menerima itu dengan berbagai macam sugesti ke dalam diri.
20 menit berlalu, tak di sangka, saya pun sampai di kantor dengan lancar tanpa kendala apapun. (Saya lupa bersyukur, yang ada saya sombong.."hahaha, keren juga saya ini bisa mengendalikan dengan pikiran"-begitu kira2 dialog di hati saya)

Sepulang dari kantor saya kembali menggunakan sepeda motor temen saya itu, kali ini teman saya itu yang mboncengi saya.
"Jttt..jttt....
Jtt..jttt.....jestt... (suara starter motor)
Gag hidup-hidup..
*jleb
Ini motor kan emang sudah abis bahan bakarnya.
Cari bensin di warung depan kantor gag ada jual.
Dan akhirnya saya meminjam motor teman lain untuk beli bensin di warung terdekat.
Saya tidak tau bagaimana perasaan teman saya.
Yang jelas yang saya rasakan, "ini toh maksudnya Ya Allah"
Tamat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar