2.07.2015

X-PRESIKAN



Mengawali tulisan ini dengan sebuah lagu dari Bondan Prakoso yang berjudul ‘X-presikan’.
Tangan-tangan kaku ini sedang rindu untuk menuliskan sesuatu, saya sudah lupa terakhir kali menulis. Padahal itu adalah salah satu yang saya sukai di samping hobi membaca.
Menulis bisa menyampaikan tentang pikiran, kenangan, rasa dengan untaian kata yang menjadi kalimat.
Terkadang tulisan tidak harus jelas layaknya seorang penulis novel terkenal seperti JK. Rowling, Andrea Hirata, dan sebagainya. Karena penulis novel terkenal pun belum tentu tulisannya di pahami oleh semua orang.
Tulisan mereka terkadang hanya di pahami oleh orang-orang yang ‘SUKA’ dengan jenis novelnya. Tidak semua orang suka membaca novel fiksi dengan tingkat imajinasi yang tinggi seperti novel Harry Potter. Dan terkadang ada juga orang yang tidak suka dengan cerita inspiratif dari novel Laskar Pelangi –nya Andrea Hirata.
Ya, tulisan yang terpenting adalah bisa mengekspresikan dirimu, walau hanya dirimu yang paham akan tulisan itu. Seperti puisi, tidak semua orang bisa menafsirkan dengan objektif maksudnya.
Namun, jenis tulisan seperti puisi, novel, dan sebagainya itu di tulis dengan perasaan. Sehingga karya tulisan itu dilekatkan pada perasaan yang ingin di sampaikan oleh penulis kepada pembacanya. Di samping otak yang mengolah informasi dari setiap kata, ada jiwa seperti perasaan yang juga menterjemahkan rasa dalam tulisan itu.
Dan mungkin juga termasuk pada jenis tulisan-tulisan yang kontroversi.
Ah, ini kan hanya sebuah tulisan. Saya tidak tau banyak tentang itu. Saya bukan penulis handal
Mengetikkan kata-kata ini seperti menuangkan sesuatu.. mungkin ini tipikal seorang yang introvert. Ah, itu kan Cuma teori yang di generalisir
Orang-orang ekstrovert juga banyak yang suka menulis, lebih dari dua orang itu sudah termasuk banyak bukan ?
‘Tulisan yang baik itu tulisan yang ber’alur’ jelas, mendeskripsikan sesuatu dengan kata yang tepat’. Ya, ini untuk para penulis yang ingin serius belajar menulis, kalau saya ?, ada profesi penulis lepas. Nah, saya ikut profesi itu. ‘PENULIS LEPAS’, lepas tak ada aturan baku dalam menulis, melepaskan semua yang dirasakan dalam tulisan, lepas..lepas saja.. tak perlu membaca berulang-ulang tulisan ini lagi.
Aha, saya baru ingat, tips pertama seorang penulis jika ingin mulai menulis adalah melepaskan semua apa yang ada dipikirannya tanpa memikirkan alur, aturan kalimat, dan sebagainya. Menarik bukan ?
Dan tulisan saya sampai sepanjang ini juga karena saya lepaskan aja semuanya. Dan terasa lucu jika saya baca kembali, alurnya seperti tupai yang loncat ke sana kemari, bukan begitu ?
Memejamkan mata sejenak lalu melanjutkan menulis lagi, atau merilekskan jari jemari kemudian menulis lagi, mungkin itu yang membuat tulisan ini seperti loncat-loncat..
Tapi saya senang, senang sekali, ah.. pokoknya senang sekali..
Ini bisa mengalir, terus mengalir, lembut seperti aliran air,Hamm.. mengalirrr.....

“Layaknya hidup ini mengalir saja, dan kau akan sampai pada tujuan akhir dari aliran itu. Dan pastikan kau mengalirnya dengan menaiki perahu, karena kau bisa menentukan aliran itu mau ke mana. Jangan mencoba untuk melawan arus, baik dengan berenang atau menaiki perahu karena tenagamu akan habis dan akhirnya kau pun akan terhanyut juga, syukur2 kau hanyut masih dalam keadaan sadar, jika tidak, kau tidak pernah tau ke mana arah perahumu mengalir”

Terimakasih,,,terimakasih...terimakasih...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar