Mengawali
tulisan ini dengan sebuah lagu dari Bondan Prakoso yang berjudul ‘X-presikan’.
Tangan-tangan kaku ini sedang
rindu untuk menuliskan sesuatu, saya sudah lupa terakhir kali menulis. Padahal
itu adalah salah satu yang saya sukai di samping hobi membaca.
Menulis bisa menyampaikan
tentang pikiran, kenangan, rasa dengan untaian kata yang menjadi kalimat.
Terkadang tulisan tidak harus
jelas layaknya seorang penulis novel terkenal seperti JK. Rowling, Andrea
Hirata, dan sebagainya. Karena penulis novel terkenal pun belum tentu
tulisannya di pahami oleh semua orang.
Tulisan mereka terkadang
hanya di pahami oleh orang-orang yang ‘SUKA’ dengan jenis novelnya. Tidak semua
orang suka membaca novel fiksi dengan tingkat imajinasi yang tinggi seperti novel
Harry Potter. Dan terkadang ada juga orang yang tidak suka dengan cerita
inspiratif dari novel Laskar Pelangi –nya Andrea Hirata.
Ya, tulisan yang terpenting
adalah bisa mengekspresikan dirimu, walau hanya dirimu yang paham akan tulisan
itu. Seperti puisi, tidak semua orang bisa menafsirkan dengan objektif
maksudnya.
Namun, jenis tulisan seperti
puisi, novel, dan sebagainya itu di tulis dengan perasaan. Sehingga karya
tulisan itu dilekatkan pada perasaan yang ingin di sampaikan oleh penulis
kepada pembacanya. Di samping otak yang mengolah informasi dari setiap kata,
ada jiwa seperti perasaan yang juga menterjemahkan rasa dalam tulisan itu.
Dan mungkin juga termasuk
pada jenis tulisan-tulisan yang kontroversi.
Ah, ini kan hanya sebuah
tulisan. Saya tidak tau banyak tentang itu. Saya bukan penulis handal
Mengetikkan kata-kata ini
seperti menuangkan sesuatu.. mungkin ini tipikal seorang yang introvert. Ah,
itu kan Cuma teori yang di generalisir
Orang-orang ekstrovert juga
banyak yang suka menulis, lebih dari dua orang itu sudah termasuk banyak bukan
?
‘Tulisan yang baik itu
tulisan yang ber’alur’ jelas, mendeskripsikan sesuatu dengan kata yang tepat’.
Ya, ini untuk para penulis yang ingin serius belajar menulis, kalau saya ?, ada
profesi penulis lepas. Nah, saya ikut profesi itu. ‘PENULIS LEPAS’, lepas tak
ada aturan baku dalam menulis, melepaskan semua yang dirasakan dalam tulisan,
lepas..lepas saja.. tak perlu membaca berulang-ulang tulisan ini lagi.
Aha, saya baru ingat, tips
pertama seorang penulis jika ingin mulai menulis adalah melepaskan semua apa
yang ada dipikirannya tanpa memikirkan alur, aturan kalimat, dan sebagainya.
Menarik bukan ?
Dan tulisan saya sampai
sepanjang ini juga karena saya lepaskan aja semuanya. Dan terasa lucu jika saya
baca kembali, alurnya seperti tupai yang loncat ke sana kemari, bukan begitu ?
Memejamkan mata sejenak lalu
melanjutkan menulis lagi, atau merilekskan jari jemari kemudian menulis lagi,
mungkin itu yang membuat tulisan ini seperti loncat-loncat..
Tapi saya senang, senang
sekali, ah.. pokoknya senang sekali..
Ini bisa mengalir, terus
mengalir, lembut seperti aliran air,Hamm.. mengalirrr.....
“Layaknya hidup ini mengalir
saja, dan kau akan sampai pada tujuan akhir dari aliran itu. Dan pastikan kau
mengalirnya dengan menaiki perahu, karena kau bisa menentukan aliran itu mau ke
mana. Jangan mencoba untuk melawan arus, baik dengan berenang atau menaiki
perahu karena tenagamu akan habis dan akhirnya kau pun akan terhanyut juga,
syukur2 kau hanyut masih dalam keadaan sadar, jika tidak, kau tidak pernah tau ke
mana arah perahumu mengalir”
Terimakasih,,,terimakasih...terimakasih...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar