12.31.2010

Tak Proporsional..

Hari ini, Rabu tanggal 8 Desember 2010 pukul 20.14 aku baru saja selesai potong rambut. Saat Sang Pencukur sedang sibuk-sibuknya ‘mendesign’ rambutku, tiba-tiba aku ingat pada satu hal unik yang pernah kualami bersama sahabatku yusuf. Tak jauh-jauh dari yang kualami sekarang,yaitu masih berurusan dengan yang namanya rambut.
Rambut merupakan mahkota bagi setiap manusia. Jadi rambut menjadi suatu hal yang paling diperhatikan dari seseorang. Mereka punya hak tersendiri untuk bebas mendesign rambutnya masing-masing. Tapi kali ini beda, saat masih SMA dulu, kami terpaksa harus mencukur rambut kami sesuai dengan peraturan sekolah dan perintah dari seorang guru. Dan itu harus dilakukan, kalau tidak,pada keesokan harinya bagi yang tidak mematuhi peraturan ini. Kami akan terkena ‘razia’ rambut. Dan hukumannya tidak lain adalah satu paket design cukur rambut jenis panjang pendek. Ada satu sisi yang masih panjang, dan ada satu sisi lagi yang memang sudah sangat pendek sekali. Dan ini merupakan jenis potong rambut yang tidak berkeadilan menurutku. Tetapi dengan kebijaksanaan seorang tukang cukur, ketidakadilan ini bisa diselesaikan dengan baik hanya dengan satu cara, yaitu jenis pangkas pukul rata.
Begitu juga dengan aku dan sahabatku yusuf, sebagai siswa yang ingin selalu baik (gini-gini termasuk orang top dan punya pacar cakep-cakep lho) kami tidak ingin menerima pangkas ketidakadilan itu. Aku yang merasa rambutku emang sudah tidak sesuai dengan peraturan langsung ku atasi dengan mencukurnya di tempat langgananku. Dan masalahku pun besok akan beres. Berbeda dengan sahabatku yusuf. Sepertinya Ia mempunyai masalah yang lain. Jenis rambutnya yang menurutnya berbeda dengan rambut-rambut orang pada umumnya (katanya rambutnya lambat pertumbuhannya,,mungkin untuk tumbuh 1 cm saja bias sampai berbulan-bulan), makanya jadwal potong rambutnya berbeda dengan kami. Ia memotong rambut lebih awal dari kami, tepatnya seminggu sebelum ada perintah potong rambut itu. Jadi, seminggu setelahnya rambutnya masih keliatan agak-agak pendek, tapi gag salah juga kalau di bilang agak-agak panjang.
Kebimbangan pun melanda diri sahabatku. Rasanya buang-buang uang kalau ia potong rambut karena rambutnya masih keliatan pendek. Tetapi kalau tidak dipotong, Ia takut terkena razia rambut ketidakadilan itu. Solusi pun muncul saat aku datang menemuinya. Aku yang berniat untuk sekedar berkunjung langsung bingung saat ia langsung menawarkan jasa khusus kepadaku untuk menjadi pencukur rambutnya. Aku sebagai seorang amatir yang sama sekali tidak pernah berurusan dengan hal-hal seperti ini langsung menolak tawarannya. Namun sahabatku ini tidak berhenti membujuk dan merayuku. Dengan kata-katanya ia mengatakan kalau ia juga pernah menjadi tukang cukur amatir dan itu berhasil dengan hasil yang cukup baik. Aku yang masih bingung tanpa sadar juga menerima tawarannya saat ia langsung mengambil gunting dan sebuah sisir dan memberinya padaku. Pikirku dalam hati mungkin ada benernya juga apa yang dikatakan yusuf tadi. Siapa tahu ini salah satu bakat terpendam. Hitung-hitung juga cari pengalaman lha.
Sepotong dua potong ku kerjakan hanya menggunakan insting dan logikaku saja. Dengan sedikit bimbingan juga dari sahabatku ini. Potong sebelah kiri, potong sebelah kanan, dan potong sebelah atas.Begitu seterusnya. Dan Yusuf yang selalu siap mengontrol pekerjaanku lewat cermin yang di genggamnya. Rambut sudah semakin pendek, namun aku selalu saja melihat ada suatu yang ganjil. Karena ada suatu ketidakseimbangan antara sebelah kanan dan kiri. Dan itu terus menerus terjadi. Saat aku mencoba menyeimbangkan sebelah kanan, sebelah kiri jadi tidak seimbang. Begitu juga sebaliknya, saat aku mencoba menyeimbangkan sebelah kiri agar sesuai dengan sebelah kanan. Hingga akhirnya sahabatku ini memutuskan untuk memberhentikan pekerjaanku ini. Entah apa yang ia pikirkan. Mungkin Ia berpikir, kalau ini sudah jadi resiko yang harus diterimanya karena telah memutuskan untuk menyuruh seorang amatir gratisan seperti aku. Saat itu juga aku memutuskan untuk tidak akan pernah mencukur rambut orang lagi. Dengan model potongan pertama dan terakhirku yaitu kanan dan kiri anggap ok saja.
Pangkas merupakan pelajaran hidup yang bisa kita ambil suatu hikmah dibaliknya. Keseimbangan dan proporsional menjadi satu hal yang penting. Sebelah kanan harus seimbang dengan sebelah kiri. Begitu juga dengan kehidupan. Keseimbangan hidup dan proporsinal hidup harus selalu kita jaga. Saat amalan dunia juga diimbangi dengan amalan akhirat.

2 komentar: