Rabu, 11 November 2012
Memasuki hari ketiga ujian. Hari ini ada ujian dua mata
kuliah. Ujian pertama, dan kedua, sebagai seorang manusia yang telah diberi kesempatan
menjalani ujian. Aku syukuri semua itu.
Cerita hari ini dimulai setelah saya selesai ujian. Emang
sulit rasanya saat sudah keluar kelas, lalu menyadari apa yang kita kerjakan
didalam ada kesalahan yang seharusnya tidak kita lakukan. Atas dasar itu, Aku
mengajak teman-teman yang kiranya bernasib sama untuk pergi ke pantai.
Kebetulan besok tidak ada jadwal ujian. Dan petualangan pun dimulai.
Bergerak pukul 16.00 dari kost, kami menuju pantai terdekat,
menuju pantai Depok. Lama perjalanan kira-kira lebih kurang 45 menit,namun
karena sedikit kesalahan teknis (kesasar-red), lama perjalanan jadi 1 jam. Sudah cukup sore jika harus kepantai, tapi,
it’s ok. Setidaknya kalau beruntung , Kami bisa mnikmati sun set disana.
Pukul 5 sore lewat sedikit, kami tiba disana. Berjalan ke
arah barat, menyusuri pantai. Kali ini kami kurang beruntung, hari ini kurang
cerah, sehingga sun set tidak terlihat jelas. Ya sudahlah, pasti ada manfaat
dalam perjalanan kami ini. Syukuri aja..!
Magrib pun tiba, menuju sebuah mesjid terdekat, tiba-tiba
pikiranku melayang ke suatu hal. Melihat sekitar, ada rumah makan, ada yang
jualan ikan, ada mobil, dan sekarang aku ada di tempat wisata!. Dalam hati aku
bertanya, kapan ya aku bisa berwisata ke suatu tempat dimana pun aku inginkan
tanpa memikirkan biaya dan waktunya ?. Rasanya menyenangkan, jika bisa
berwisata seperti itu apalagi bersama keluarga. Harus jadi apa aku baru bisa
seperti itu ?.Hmm, hatiku mulai tergerak. Benar kata beberapa orang-orang gila
itu. Hanya dengan menjadi pengusaha,atau enterpreuneur –lah semua itu bisa
dilakukan.
Benar juga, jikalau aku jadi pegawai, hmm, jangan ditanya,
karena harus menunggu cuti yangbisa diperoleh setelah bertahun-tahun. Itupun
dengan jumlah libur yang dibatasi.
Aku pun menunaikan shalat magrib.
Selesai shalat, pikiranku kembali melayang.
Gamang, begitu kata Andrea Hirata dalam Dwilogi Novel Cinta
Dalam Gelas. Membaca buku tentang ‘Passion’, aku sedikit paham, bahwa semua
yang kita lakukan agar mencapai nilai yang terbaik, harus dengan passion kita.
Karena passion bisa menjadi ketangguhan semangat untuk diri sendiri menuju
tujuan hidup. Dalam buku tersebut, salah satu cara untuk memperoleh passion,
yaitu dengan cara mengenal diri sendiri. Dan sekarang, Sebenarnya, apa sih yang
aku inginkan ?
Jujur, Aku ingin
menjadi anak yang berbakti. Membahagiakan Ayah dan Ibu, menemani mereka di masa
tua. Sudah cukup lama aku ‘merantau’. Setelah lulus SD, aku melanjutkan sekolah
terpaksa harus jauh, dan begitu seterusnya sampai sekarang kuliah. Walaupun
saat liburan aku bisa pulang. Namun, kebersamaanku dengan mereka Ku akui masih
sangat kurang. Ya, aku rela dan ikhlas, karena ini adalah perjuangan untuk
mencari ilmu. Setelah Aku lulus kuliah, haruskah aku kembali jauh dengan mereka
?
Aku ingin, saat aku rindu mereka, aku bisa mengunjunginya.
Aku ingin, saat mereka rindu dengan anak dan cucu mereka,
aku bisa segera hadir
Aku ingin, saat mungkin mereka sakit, aku bisa merawatnya
Aku ingin, saat mereka butuh hiburan, aku bisa mengajaknya
ke tempat wisata
Aku ingin, saat mereka menginginkan sesuatu, aku bisa
memenuhinya
Itu saja,
hanya ingin memeluk dan mencium mereka saat rindu
hanya ingin menghadirkan cucu untuk bermain dengan mereka
hanya ingin menyuapinya saat mereka sakit
hanya ingin membuat mereka tersenyum bahagia
Ya, itulah yang aku inginkan…
Inilah passion ku, karena dengan ini, aku bisa merasa hidup
dan bergairah..
Tujuan hidupku sudah jelas, dan sekarang saatnya aku
melakukan langkah –langkah keci.l
“Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku,
sayangilah mereka, lebih dari kasih sayang mereka saat aku masih kecil “ Amiin.
Azwar Anas,2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar